Sunday, June 13, 2004

Kuasa

Menjelang dalam kebiruan yang tiada terkukuh jelas
Dimana rasa dari sebuah kegembiraan yang kini sirna
berganti sebuah rasa untuk meraup segala rasa suka


kita memang hanya manusia ...
semua terlelap dalam busa-busa kenikmatan legam
tiada terpuruk waktu seakan sumur tak akan kering
kenikmatan yang sia-sia..
bahkan angin tak akan berhembus lagi pada sebuah tahta
jikala mata tiada lagi sanggup melihat


The King
semukah?, mungkin tidak
banyak yang menginginkan sebuah mahkota
berhiaskan logam mulia seakan adalah segalanya
siapa yang terdiam dalam tangis kini..
sebuah rakyat dalam tirani
bahkan nyanyian yang dulu riang kini terhenti
sebuah tangisan dalam kedukaan..
dilindas sebuah ego dan rasa kebenaran semu
kebengisan dari sebuah rezim yang akan berakhir


Lalu dimanakah dewa-dewi berada?
tak terdengar kini sorak sorai mereka dalam kebenaran
mungkin hanya berleha dan menyaksikan sebuah drama
ah.. bukankah hanya itu kerja mereka...


The Sleepy Zeus
Bukankah para dewa adalah sebuah lambang bertahta pula?
adalah kebiasaan bagi para penjilat tahta
mereka adalah korban yang dahinya terlihat hitam
anjing-anjing marduk...........


nestapa bagi para anjing itu
mereka hanya bisa terus menjilati tahta
berlindung pada kaki tuannya yang tertawa dalam congkak
tak perlu buku untuk menjelaskan sebuah fatwa
karena merekalah fatwa itu
bahkan seorang juno akan bertanya pada zeus
namun..
akankah seorang anjing dapat bertanya pada pria bermahkota
dapat, tentu saja...
bukanlah sebuah jawaban yang akan anjing itu dapat
makian dan sebutan kebodohan yang akan membahana


Hanya sebagian kaum yang masih berlindung pada tuhannya
mereka membawa ayat-ayat suci penenang hati
tanpa kemungkaran, tanpa nafsu
tangis bahagia bagi penemu jalan itu
menghilang dari legamnya rimba hitam beronak berduri

No comments: